oleh

Buka Sosialisasi Perbup Pencegahan dan Penurunan Stunting, Bupati Lutra: 2021 Data Stanting Luwu Utara Turun 13,24%

-News-14 views

LUTRA SUARABISA.COM | Sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Tentang Peran Desa dan Kelurahan Dalam Intervensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten Luwu Utara tahun 2021 digelar di Hote Bukit Indah, jalan simpurusiang, Kelurahan Baliase. Senin (08/11/2021).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, didamping Kepala Bappelitbangda Luwu Utara, Ir. Alauddin Sukri, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Marhani Katma. MARS

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Luwu Utara, Syahruni SKM. M.Kes, sejumlah camat, dan peserta Kepala Desa Lokus stunting tahun 2021 dan Lokus tahun2022.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Indonesia telah menjadikan pencegahan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Pemerintah menargetkan untuk menurunkan prevalensi stunting dari 30,8 % pada tahun 2018 menjadi 14% tahun
2024.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menyusun strategi nasional percepatan pencegahan stuntingyang diharapkan dapat menjadi acuan bagi semua pihak ditingkat pusat, daerah hingga tingkat desa dalam melakukan percepatan pencegahan stunting.

“Strategi Nasional Percepatan Pencegahan stunting menyebutkan bahwa salah satu pilar penting yang perlu dilakukanadalah adanya konvergensi antar program/kegiatan yang berasal dari berbagai sumber pembiayaan, baik itu APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten
maupun APB Desa. Konvergensi mutlak diperlukan, karena. tanpa adanya konvergensi antar program/kegiatan maka upaya untuk melakukan percepatan pencegahan stunting
akan tidak maksimal”.Jelas Indah dihadapan peserta.

Indah menyebut, Upaya Percepatan Pencegahan stunting akan lebih
efektif apabila intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif dilakukan secara konvergen di tingkat Kabupaten sampai keDesa. Intervensi gizi spesifik menyasar penyebab langsung stunting yang meliputi kurangnya asupan makanan dan gizi serta penyakit infeksi.

Intervensi gizi spesifik, kata Indah, umumnya dilaksanakan oleh sektor kesehatan, sedangkan intervensi gizi
sensitif menyasar penyebab tidak langsung stunting yang mencakup (1) Peningkatan Penyediaan air bersih dan sanitasi (2) Peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan (3) Peningkatan kesadaran komitmen, dan praktik pengasuhan dan gizi ibu dan anak (4) Peningkatan akses
pangan bergizi. Keempat penyebab tidak langsung tersebut menjadi kewenangan lintas sektor terkait.

“Hasil Riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa persentase stunting di Kabupaten Luwu Utara terjadi penurunan dari 43,2 % pada Tahun 2013 menjadi 34,7% pada tahun 2018. Data laporan e – PPGBM (elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) bahwa stunting di Kabupaten Luwu Utara Tahun 2018 adalah 31,10% menurun menjadi 19,65 % pada tahun 2020, dan data terakhir bulan Agustus Tahun 2021 (e-PPGBM) data stunting di Kabupaten
Luwu Utara adalah 13,24%”Jelasnya.

Indah menambahkan, Pada tahun 2021, telah ditetapkan 30 Desa lokus stunting sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Luwu Utara Nomor:188.4.45/307/VII/2020 Tentang Penetapan Desa /Kelurahan Prioritas Pencegahan Stunting Tahun 2021. Dan Pada Tahun 2022 telah ditetapkan 50 Desa Lokus Stunting
yang akan diintervensi secara secara terintegrasi oleh semua stakeholders terkait.

(*)

Komentar

Berita Lainnya