oleh

Peran Organisasi Kepemudaan Ditengah Maraknya Organisasi Terkooptasi Kepentingan politik

-News-25 views

Dulu pernah saya coba untuk membuat bahan materi jurnal tentang gerakan Demokrasi Organisasi Kepemudaan, saya tak ingin menyebut nama wilayahnya, tapi yang pasti di salah satu Wilayah Indonesia dibagian timur .

Saat itu Saya Agak sulit mendapati referensi atau pun searching di google tentang gerakan demokrasi organisasi kepemudaan di Wilayah Indonesia timur tersebut. Jika pun ada muncul di mesin pencari google,organisasi kepemudaan itu sering kali di cap “illegal”, “separatis”oleh pemerintah karena masih mengusung isu-isu HAM , hak-hak ulayat, kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan.

Kemudian,saya pun hanya mencoba mengeksplorasi filosofi lahirnya organisasi kepemudaan dengan menempatkan peranannya sebagai organisasi independen dan sebagai bagian dari pilar demokrasi.

Penting untuk mengangkat kembaliperan-peran organisasi kepemudaan karena maraknya organisasi kepemudaan saat ini yang telah terkooptasi oleh kepentingan politik sesaat, belum lagi diseret dalam arus mobilisasi politik dan pragmatism politik. Padahal sejarah bangsa ini telah mencatat baik peranan organisasi kepemudaan itu sangat besar terutama sejumlah moment politik kebangsaan dan
kenegaraan yaitu tahun1945, tahun 1966 dan tahun 1998.

Selain itu, pengakuan Negara atas perjuangan pemuda dalam kebangsaan dan kenegaraan mendapat prioritas tersendiri yaitu adanya Kementerian Pemuda & Olah Raga, budgeting untuk organisasi kepemudaan dan saat ini Pemerintah bersama dengan DPR-RI lagi menggodok RUU Kepemudaan .
Termasuk menyampaikan bahwa peranan demokrasi organisasi Kepemudaan tidak sebatas hanya bicara Pemilihan Umum (Pemilu) , tapi juga banyak hal yang bisa direspon oleh organisasi kepemudaan lainnya misalnya isu hak asasi manusia ,Korupsi, sosial, pemekaran dan lain sebagainya. Intinya jika demokrasi membahas sebatas PEMILU itu hanyalah membahas dalam konteks Good Governance. Artinya yang ingin saya katakan membahas PEMILU bukan itu tidak penting untuk dibicarakan namun jauh lebih dari itu respon atau sikap kritis organisasi kepemudaan terhadap situasi ke-kinian menjadi jati diri atau karakter suatu organisasi.

Terlepas dari itu, Ketika ada yang menanyakan kepada saya bagaimana agar kepemudaan tidak terjebak dengan kepentingan politik,?.Jawaban saya singkat, harus independen dan berpegang teguh dengan prinsip dan aturan organisasi. Karena yakinlah jka kita mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan organisasi Kepemudaan maka ruang konflik tersebut dengan sendirinya tereduksi dari segala hal kepentingan-kepentingan sesaat.

Bagi saya dan siapa pun yang pernah terlibat dalam organisasi kepemudaan menginginkan agar “Roh” organisasi kepemudaan bisa terjaga denga baik. Siapalagi yang bisa menjaga kewibawaan organisasi tersebut jika bukan datang dari pengurusnya sendiri. Refleksi-aksi bagian dari upaya untuk memperkuat organisasi agar tetap amanah dan tidak terjebak Pragmatisme.

 

Penulis: Hamsul

(Dir. Rumah Belajar Anak Desa).                (Sekretaris DPD JOIN Indonesia Lutra).       (Sek. Forum Komunikasi LSM-PERS Lutra)

                                                          

Komentar

Berita Lainnya