oleh

PKM Tanalili Turun Langsung ke Desa-Desa Lakukan Vaksinasi Covid-19

LUWUUTARA.SUARABISA.com| Puskesmas (pkm) Tanalili melakukan Vaksinasi Covid-19, di Aula Kantor Desa Bungadidi, Kecamatan Tanalili, Luwu Utara, Sulsel. (25/5).

Vaksinasi tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Kepala Puskesmas Tanalili Dr. Nisma mengatakan, Vaksinasi mobile ini sudah dilakukan selama dua hari, dimana sebelumnya dilakukan di Desa Bungapati.

“Kita melakukan mobile Vaksinasi, dimana mobile itu adalah kita turun langsung kelapangan atau ke Desa desa melakukan pelayanan kepada masyarakat “, Kata Dr. Nisma kepada suarabisa.com usai melakukan pelayanan.

Nisma menjelaskan pelayanan yang dilakukan secara mobile dengan turun langsung kelapangan atau Desa Desa itu adalah upaya untuk mencapai sasaran target Vaksinasi Covid-19.

“Biasanya selama inikan masyarakat yang datang ke sarana, nah sekarang kita yang mendatangi langsung masyarakat ke Desa Desa, untuk mencapai target Vaksinasi”,Terangnya.

Lebih lanjut Nisma menyebutkan masyarakat yang akan di Vaksinasi terlebih dahulu akan di skrining,  dimana jika tidak lolos skrining tidak akan di Vaksin, namun jika ternyata lolos skrining maka akan di Vaksin.

“Terkecuali Ibu hamil memang tidak boleh di Vaksin. Yang sudah di Vaksin, Kemudian jika sudah di Vaksin, kita akan observasi selama 30 menit di lokasi Vaksin, baru kemudian boleh meninggalkan lokasi. Ini dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat yang sudah di Vaksin. Apakah ada gejala atau tidak yang dirasakan”,Jelasnya.

Ket: Pengecekan Kesehatan Sebelum di Vaksinasi
Ket: Pengecekan Kesehatan Sebelum di Vaksinasi

“Untuk jumlah Vaksin  tergantung berapa ketersediaan Vaksin, dan warga yang datang di Sarana”.Pungkas Nisma.

Sementara itu Berdasarkan Data Satgas Covid-19 Kabupaten Luwu Utara, Hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara melalui Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 telah melaksanakan tiga tahapan pelaksanaan vaksinasi. Vaksinasi pertama untuk tenaga kesehatan (sudah 100% lebih), vaksinasi kedua untuk petugas publik (hampir 50%), dan vaksinasi ketiga untuk kelompok lansia (baru 1,31%).

Total masyarakat Luwu Utara yang selesai disuntik vaksin dosis pertama dan kedua, baru 8.366 orang atau baru 21,55% dari total jumlah sasaran vaksin di Luwu Utara sebanyak 38.820 orang. Secara nasional, pemerintah menargetkan 70% vaksinasi COVID untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap COVID-19, untuk kemudian mengambil kebijakan herd immunity, sehingga aktivitas bisa kembali normal seperti sedia kala.

Terpisah, Jubir Satgas COVID-19 Kementerian Kesehatan, Tonang Dwi Ardyanto, menyebutkan, banyak anggapan keliru yang beredar di masyarakat terkait vaksin COVID-19. Bahwa setelah disuntik vaksin akan merasakan sakit. “Itu anggapan yang salah atau disinformasi. Ada salah kaprah pemberitaan. Katanya kalau vaksin akan sakit, itu salah. Tidak ada yang namanya setelah vaksin akan mengalami sakit atau lainnya. Dalam pemberian vaksin ada beberapa tahapan dan tidak sekali bisa kebal dengan virus,” ujar Tonang dilansir dari bisnis.com.

(*/ Hm)

Komentar

Berita Lainnya