oleh

Terbukti Rugikan Negara, Kejari Kolaka Utara Vonis Mantan Kades Lelewawo 1,4 Tahun Penjara

-Daerah, Hukrim-104 views

KOLUT, SUARABISA.COM | Kejaksaan Negeri (kejari) Kolaka Utara akhirnya memvonis Jubair T mantan Kepala Desa (kades) Lelewawo 1,4 Tahun, kurungan penjara.  Saat sidang putusan Tipikor, yang digelar di Kantor Kejaksaan Kolaka Utara. Kamis (3/6).

Vonis tersebut dijatuhkan Kejari Kolaka Utara kepada Jubair T usai dinyatakan terbukti melanggar pasal 3 Undang Undang Tipikor. Dimana terbukti menyelewengkan pengelolaan dana desa (DD) dengan kerugian negara mencapai Rp.700 juta, sesuai hasil Laporan Pemeriksaan Keuangan (LPK) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Putusan perkara tersebut yakni pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan dan denda Rp.50 juta atau subsider 2 bulan penjara, serta membayar uang pengganti Rp.68 juta, atau subsider penganti 4 bulan pejara” kata Toyib Hasan, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kolaka Utara, Kamis (3/6). Kata dia, dalam kasus ini pihaknya telah menyita barang bukti uang tunai sebanyak Rp.63 juta yang kini diserahkan ke khas negara.

“Dalam kasus ini majelis hakim berpendapat bahwa Jubair T, hanya terbukbukti melanggar pasal 3 undang-undang Tipikor. Sebelumnya jaksa menuntut umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pasal 2 undangan-undang Tipikor dengan tuntutan 5 Tahun penjara dengan denda Rp.200 juta,”, Sambung Toyib.

Toyib mengungkapkan, untuk upaya hukum dari penasehat hukum terdakwa belum ada informasi. Namun kata dia, untuk jaksa penuntut umum diberikan waktu 7 hari melakukan upaya hukum berupa banding atau menerima putusan tersebut.

“Insyaallah sebelum 7 hari ini kami akan mengambil putusan. Sebab sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) jaksa penuntut umum (JPU) bahwa apabila pembuktian dalam tuntutan berbeda dalam putusan maka JPU wajib banding,”Jelas Toyib.

Sebelumnya mantan Kades Lelewawo diduga melakukan mark up anggaran pekerjaan fisik pembukaan jalan tani, yang dianggarkan mulai pada tahun 2016 hingga pencairan tahap pertama di tahun 2019 lalu, dimana menyebabkan kerugian negara sebesar Rp.600 juta.

Ia kemudian ditetapkan jadi tersangka oleh Penyidik Tindak pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kolaka Utara (Kolut)

(*/MB/hm)

Komentar

Berita Lainnya